PERAN MAHASISWA
PAI TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM DI
INDONESIA
Mahasiswa adalah bagian dari pemuda yang
memiliki ciri khas tersendiri. Sejarah mencatat peran peran signifikan dari pergerakan
mahasiswa Indonesia dalam momentum-momentum besar yang terjadi di negeriini. Dari
zaman perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi saat ini mahasiswa memegang peranan
penting bersama pergerakannya yang tak kenal henti. Menurut Jalaluddin Rakhmat dalam
bukunya “PerubahanSosial”, mahasiswa sebagai salah satu elemen reformasi adalah
the one and only efficient opposant in the world (satu-satunya pengemban amanah
oposan yang paling efisien didunia) dalam mengawal perubahan sosial kearah yang
lebih baik. Mahasiswa dengan keyakinan kuatnya punya keikhlasan dan Idealisme dalam
berjuang, semangat untuk merealisasikannya serta punya kesiapan untuk beramal dan
berkorban untuk mewujudkannya.
Mahasiswa Muslimb diidentifikasi sebagai kelompok
yang memiliki akhlak lebih baik, selalu berpegang pada ajaran Islam, tekun beribadah,
terjauh dari perilaku tak terpuji, peduli pada orang atau pihak-pihak yang
tertindas, atau menderita. Penilaian positif seperti itu akan berbalik seratus delapan
puluh derajat, menjadi sangat negatif jika mereka mendengarkan kasus tentang perilaku
mahasiswa muslim yang tidak sesuai dengan harapan itu. Penilaian negatif itu muncul,
karena mungkin, adanya kesadaran bahwa tidak seorangpun mestinya dapat diberi toleransi
mengganggu nilai –nilai Islam yang harus dijunjung tinggi.
Mahasiswa muslim diharapkan merepresentasikan
nilai-nilai Islam dalam pentas kehidupan ini. Seiring berkembangnya zaman dan tekhnologi,
maka untuk mampu bartahan dan bersaing dengan Bangsa lain maka sebagai mahasiswa
atau pemuda pemudi bangsa kita harus bersaing dibidang Ilmu Pengetahuan.
Sebagai Mahasiswa yang mengambil Jurusan
Pendidikan, dalam hal ini pendidikan Agama
Islam. Maka kita memiliki Tanggung Jawab dan juga Peran yang sangat penting untuk
Bangsa ini kedepan. Tanggung Jawab sebagai Mahasiwa PAI adalah bagaimana agar
moral, karakter, dan hal-hal lain yang menyangkut peserta didik atau anak bangsa
diera kedepan tetap menjadi panutan dan tidak melenceng dari Pancasila juga dari
Agama itu sendiri dalam hal ini agama Islam. Karena saat ini sudah banyak kenakalan
remaja yang terjadi. Ini merupakan suatu pukulan bagi para pendidik Agama dan juga
suatu tantangan bagi calon pendidik Agama, dengan itu sebagai seorang Mahasiswa
PAI maka kita harusnya mengubah metode mengajar yang telah turun temurun menjadi
akar pada pendidikan agama di sekolah.Cara mengajar yang monoton sehingga membuat
peserta didik menjadi boring, cepat bosan dan mengantuk, Hal ini terjadi karena
metode yang digunakan masih metode jadul dan kuno. Harusnya sebagai calon pendidik
kita memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif namun tetap efektif
sehingga nilai-nilai agama yang diajarkan tidak hilang. Dengan seperti ini maka
peserta didik tidak akan merasa bosan dengan pelajaran agama. Selanjutnya ketika
kita mengajar kita perlu memasukkan contoh-contoh nyata yang sedang terjadi dimasyarakat.
Sehingga siswa bisa menjaga dirinya, dan lebih bisa mengetahui hal-hal apa yang
perlu dia ketahui, pelajari dan hal apa yang perlu dia jauhi. Ini akan menjadi bekal
untuk peserta didik tersebut. Contoh pada pelajaran Akhlak tercela, maka guru
harus memberikan contoh yang kongkrit dan real, seperti bahaya narkoba, seks bebas
dll yang dapat merugikan diri mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar