Jumat, 06 Mei 2016

PERAN MAHASISWA PAI TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM DI INDONESIA

Mahasiswa adalah bagian dari pemuda yang memiliki ciri khas tersendiri. Sejarah mencatat peran peran signifikan dari pergerakan mahasiswa Indonesia dalam momentum-momentum besar yang terjadi di negeriini. Dari zaman perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi saat ini mahasiswa memegang peranan penting bersama pergerakannya yang tak kenal henti. Menurut Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya “PerubahanSosial”, mahasiswa sebagai salah satu elemen reformasi adalah the one and only efficient opposant in the world (satu-satunya pengemban amanah oposan yang paling efisien didunia) dalam mengawal perubahan sosial kearah yang lebih baik. Mahasiswa dengan keyakinan kuatnya punya keikhlasan dan Idealisme dalam berjuang, semangat untuk merealisasikannya serta punya kesiapan untuk beramal dan berkorban untuk mewujudkannya.

 Mahasiswa Muslimb diidentifikasi sebagai kelompok yang memiliki akhlak lebih baik, selalu berpegang pada ajaran Islam, tekun beribadah, terjauh dari perilaku tak terpuji, peduli pada orang atau pihak-pihak yang tertindas, atau menderita. Penilaian positif seperti itu akan berbalik seratus delapan puluh derajat, menjadi sangat negatif jika mereka mendengarkan kasus tentang perilaku mahasiswa muslim yang tidak sesuai dengan harapan itu. Penilaian negatif itu muncul, karena mungkin, adanya kesadaran bahwa tidak seorangpun mestinya dapat diberi toleransi mengganggu nilai –nilai Islam yang harus dijunjung tinggi.
Mahasiswa muslim diharapkan merepresentasikan nilai-nilai Islam dalam pentas kehidupan ini. Seiring berkembangnya zaman dan tekhnologi, maka untuk mampu bartahan dan bersaing dengan Bangsa lain maka sebagai mahasiswa atau pemuda pemudi bangsa kita harus bersaing dibidang Ilmu Pengetahuan.
Sebagai Mahasiswa yang mengambil Jurusan Pendidikan,  dalam hal ini pendidikan Agama Islam. Maka kita memiliki Tanggung Jawab dan juga Peran yang sangat penting untuk Bangsa ini kedepan. Tanggung Jawab sebagai Mahasiwa PAI adalah bagaimana agar moral, karakter, dan hal-hal lain yang menyangkut peserta didik atau anak bangsa diera kedepan tetap menjadi panutan dan tidak melenceng dari Pancasila juga dari Agama itu sendiri dalam hal ini agama Islam. Karena saat ini sudah banyak kenakalan remaja yang terjadi. Ini merupakan suatu pukulan bagi para pendidik Agama dan juga suatu tantangan bagi calon pendidik Agama, dengan itu sebagai seorang Mahasiswa PAI maka kita harusnya mengubah metode mengajar yang telah turun temurun menjadi akar pada pendidikan agama di sekolah.Cara mengajar yang monoton sehingga membuat peserta didik menjadi boring, cepat bosan dan mengantuk, Hal ini terjadi karena metode yang digunakan masih metode jadul dan kuno. Harusnya sebagai calon pendidik kita memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif namun tetap efektif sehingga nilai-nilai agama yang diajarkan tidak hilang. Dengan seperti ini maka peserta didik tidak akan merasa bosan dengan pelajaran agama. Selanjutnya ketika kita mengajar kita perlu memasukkan contoh-contoh nyata yang sedang terjadi dimasyarakat. Sehingga siswa bisa menjaga dirinya, dan lebih bisa mengetahui hal-hal apa yang perlu dia ketahui, pelajari dan hal apa yang perlu dia jauhi. Ini akan menjadi bekal untuk peserta didik tersebut. Contoh pada pelajaran Akhlak tercela, maka guru harus memberikan contoh yang kongkrit dan real, seperti bahaya narkoba, seks bebas dll yang dapat merugikan diri mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar