Jumat, 06 Mei 2016

Review Buku berjudul The Secret Of Iman



Judul                           : THE SECRET OF IMAN (Penyegar Semangat Penyejuk Iman)
Pengarang                   : K. H. TOTO TASMARA
Penerbit                       : Gema Insani, Jakarta
Tahun Terbit                : 2009
ISBN                           : 978-979-077-096-6
Jumlah Halaman          : 315 halaman

Dalam buku The Secret of Iman  “Penyegar Semangat Penyejuk Iman ” Karya K. H. Toto Tasmara beliau memberikan banyak ilmu kepada umat muslim dalam menghadapi tantangan global yang tentunya semakin menguras nilai-nilai moral. Dalam penjelasannya ustadz Toto menjelaskan tentang keluhuran akhlak islam sebagai  nilai universal, karena akhlak merupakan salah satu inti dari aplikasi ajaran islam dalam tatanan kehidupan setiap pribadi Muslim. Ustadz Toto juga menjelaskan bahwa buku ini hadir InsyaAllah sebagai penyegar Iman. Isi buku ini akan menggugah qalbu kita sebagai seorang Muslim. Dalam ulasan pertama, buku ini memaparkan mengenai Akhlak di mana pada bagian satunya di beri judul kamera Ilahiyah, dalam uraian pertama ini di jelaskan bahwa Allah selalu mengawasi kita dimana saja, sehingga kita harus menanamkan rasa percaya kita yang kuat terhadap Allah SWT serta kita selalu berjalan yang lurus dijalannya (menjalankan perintahNya dan menjauhi semua laranganNya) karena Allah mangawasi kita selama 24 jam dan dimana saja, bahkan ketika kita tidur. 

Dalam hal ini kekuatan Iman sangat dibutuhkan sebagaimana dijelaskan bahwa Iman yang satu akar dengan aman, amanah, dan al-amin, seharusnya kita tafsirkan bahwa iman akan melahirkan rasa aman pada diri seseorang karena Iman melahirkan rasa aman yang luar biasa, bagaimana tidak karena kita merasa bahwa kita sedang dekat dengan kekasih kita, Allah SWT. Dengan adanya rasa aman tersebut maka akan melahirkan kualitas moral , sense of responsibilty, atau yang biasa kita sebut dengan amanah. Dengan demikian kita akan memiliki keyakinan dan kecintaan yang kuat (Iman) dan merasa terjamin moralitasnya (aman) serta memiliki sense of responsibility (amanah).
Dengan demikian kita tidak akan melanggar yang dilarang Allah serta hidup akan lebih indah karena kita percaya bahwa kita diawasi oleh sang Khalik, sehingga akan membuat kita lebih taat padaNya. Dalam buku ini banyak  renungan-renungan diri yang disajikan untuk kita baca, salah satu yang menarik adalah”Mewaspadai Dampak Globalisasi” pada bab ini kita diajarkan untuk bisa menyimak tanda-tanda zaman,kemudian tantangan masa depan. Kita sebagai umat muslim jangan terlalu larut dalam perkembangan globalisasi yang ada, karena perkembangan globalisasi diciptakan oleh orang barat, hampir di semua aspek, dalam dunia informasi sedikit demi sedikit merayap ke seluruh tubuh masyarakat, bahkan anak kecilpun ikut terlarut didalamnya. Kehidupan ketimuran kita mulai perlahan digrogoti oleh kebudayaan barat. Nilai dan norma serta perilaku kita tanpa disadari telah menjiplak dan mengikuti kehidupan barat, dan lebih tragisnya lagi kita seperti tidak berdaya menghadapi semua ini. seperti misalnya budaya merayakan hari valentine, padahal tanpa kita sadari hari yang di indonesia di kenal sebagai hari kasih sayang itu merupakan hari perayaan bagi meninggalnya seorang yang bernama Valentinus yang mati dibunuh bersama kekasihnya, karena mereka berdua telah melakukan zina, sehingga mereka dihukum mati. Hal ini kemudian dijadikan hari kasih sayang oleh kaum nasrani, dan kita pun seperti orang bodoh yang ikut-ikutan melakukannya. Ini  efek dari kebodohan kita yang tidak ingin untuk belajar, masih banyak lagi budaya barat lain yang telah kita ikuti.
Hal lain yang menjadi sorotan adalah kita lebih bangga dengan produk  luar, hampir semua peralatan yang kita konsumsi itu merupakan produk luar, padahal produk kita tidak kalah baik, hal ini sama saja dengan kita tidak menghargai produk kita sendiri. Ini sangat disayangkan karena jika kita membeli prduk luar sama saja dengan kita memperkaya negara luar, karena telah memberikan pemasukan dana kepada mereka. Seharusnya kita sebagai umat muslim harus bangkit dari keterpurukan tersebut dan mulai bangga dengan apa yang kita miliki sendiri, karena sesungguhnya Islam sudah maju beratus tahun yang lalu sebelum kaum nasrani saat ini. Dalam buku ini penulis memberikan motifasi yang positif terhadap kaum muslim terutama kepada para pemuda- pemudi untuk terus belajar dan maju menghadapi tantangan dunia kedepan, karena sebelum seperti saat  ini yakni dunia dikuasai oleh kaum nasrani. Islam sudah lebih awal menguasainya jadi kita harus bangkit dan berusaha.
Hal ini dijelaskan dalam buku ini bahwa ada seorang cendekiawan Prancis yang jatuh cinta pada Islam, bernama Roger Geraudy, dia menulis hasil penelitiannya dalam sebuah bukunya yang berjudul panji-panji Islam.  Dengan penuh antusias, dia mengatakan bahwa berabad-abad yang lalu, dunia barat hanya bisa membanggakan beberapa orang jenius dalam bidang intelektual dan seni yang memilki disiplin keilmuan misalnya michael Angelo atau Leonardo da Vinci. Akan tetapi dalam Islam terdapat begitu banyak orang jenius yang universal. Dari Al-Kindi sampai ar-Razi, dari al-Biruni sampai Ibnu Sina, dan banyak lagi para jenius yang telah mengubah wajah dunia modern. Dalam bidang matematika kita berjumpa dengan al-khawarizmi yang berhasil menyempurnakan perhitungan sistematis dalam bentuk desimal, alogaritma (al-khawarizmi). Beliau adalah pelopor paling jenius dalam bidang hitung menghitung, pendiri ilmu aljabar (kata aljabar diambil dari buku karangannya yang terkenal sampai saat ini). Ibnu Tsabit bin Qaurah pada abad IX menciptakan hitungan integral dan menghubungkan antara geometri dengan aljabar. Al-Biruni, Abul Wafa, menemukan teori sinus-cosinus dan menciptakan secante, beberapa abad sebelum Copernicus. Dalam bidang astronomi, dunia Barat pada waktu itu hanya mengenal satu nama, Ptolemeus. Padahal, dunia Islam menampilkan jagoan astronomi yang super jenial, yaitu al-Battani yang mampu menghitung enklinasi ekliptik sampai 23 derajat 35 detik. Pada abad XIII didirikan observatorium Maragha dan direkturnya adalah seorang ahli matematika dan astronomi paling berlian yaitu Nasruddin at-Toussi (1201-1274). Pencatatan hasil pengembara (boleh dibilang karya jurnalistik) dunia Barat hanya mengenal Marcopolo. Padahal tiga abad sebelum Marcopolo mengenal cina, pedagang arab yang bernama Sulaiman telah singgah di Canton dan disusul Ibnu Batutah.
 Dalam bidang Geografi, peta bumi yang paling mendekati kenyataan ditemukan oleh seorang Islam, seperti misalnya penemuan Idrisi yang telah membuat buku karangan Kitab Raja Roger, di mana buku tersebut di lengkapi dengan pete-peta Geografis dunia yang tingkat presisinya sangat tinggi. Dalam ilmu kelautan, kita berjumpa dengan Ibnu Madjid yang menulis buku prinsip-prinsip pelayaran dan aturannya, ia diberi gelar singa Prahara, karena berhasil menjadi petunjuk jalan armada portugis yang dipimpin Vasco da Gamma, yang berlayar dari Melendedi pantai Afrika ke Calcutta pada tahun 1498. Vasco da Gamma sendiri mengakui bahwa Ibnu Madjid adalah aset yang sangat berharga dalam ilmu kelautan, khususnya dalam bidang aseanografi. Dunia kedokteran di dunia Barat justru sangat mengenaskan.
Prestasi dalam bidang kedokteran dunia Barat pada abad tersebut boleh dibilang nihil. Hal ini dikarenakan ajran dan kekuasaan gereja yang menghalangi perkembangan ilmu (seperti yang diketahui pengucilan terhadap Galileo Galilei, Copernicus, dll). Pada tahun 1215, dalam konsili Latran, Paus Innocent II membuat perintah untuk mengancam para tabib yang mengobati orang sakit, dikarenakan orang sakit itu adalah para pendosa besar. Karena mental seperti, fakultas kedokteran da Parus pada waktu itu hanya mempunyai satu naskah ringkasan ilmu kedokteran. Itu pu dijiplak dari hasil karya ar-Razi dan Ibnu Sina. Pantaslah sebagai tanda terima kasih kepada kedua ulmuwan muslim ini, di muka Amphiteatre di jalan Saint Peres, Universitas Sorbone Paris, di buatkan patungnya sebagai tanda kehormatan dan rasa berutang dunia Barat Kristen terhadap dua tokoh Islam. Ibnu Sina dan ar-Razi adalah cendekiawan Islam yang sangat jenius dan mempunyai keahlian beragam serta universal. Ia adalah dokter, ahli fisika, ahli teologi dan penyair.
Begitu juga Ibnu Haitam (di barat dipanggil al-Hazen) adalah jenius Muslim yang membuka mata ilmu kedokteran dengan penemuan-penemuan, khusunya dibidang optik sebagai awal dan eksperimen sains, dan masih banyak lagi ilmuwan Islam yang berperestasi jauh sebelum ilmuwan Barat dan dunia Barat maju seperti saat ini. Para Ilmuwan tersebut mereka bisa seperti itu, karena semuanya diawali dengan mempelajari Al-Qur’an. Jadi sebagai generasi muda Islam saat ini kita harus banyak belajar dan harus yakin bahwa kita bisa bangkit seperti para pendahulu kita. Di mulai dengan meningkatkan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT dan juga menjaga Akhlak kita agar tetap baik dan bersih serta selalu berada di jalan yang benar. Dan hal tersebut harus di mulai dari diri kita kemudan lingkungan keluarga dan pada akhirnya kita akan menularkan kebaikan kepada masyarakat banyak. Satu hal yang pasti kita harus bangga menjadi orang Islam. Karena Islam itu Indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar