Judul :
THE SECRET OF IMAN (Penyegar Semangat
Penyejuk Iman)
Pengarang : K. H. TOTO TASMARA
Penerbit :
Gema Insani, Jakarta
Tahun Terbit :
2009
ISBN :
978-979-077-096-6
Jumlah Halaman :
315 halaman
Dalam buku The Secret of Iman “Penyegar Semangat Penyejuk Iman ” Karya K.
H. Toto Tasmara beliau memberikan banyak ilmu kepada umat muslim dalam
menghadapi tantangan global yang tentunya semakin menguras nilai-nilai moral. Dalam
penjelasannya ustadz Toto menjelaskan tentang keluhuran akhlak islam
sebagai nilai universal, karena akhlak
merupakan salah satu inti dari aplikasi ajaran islam dalam tatanan kehidupan
setiap pribadi Muslim. Ustadz Toto juga menjelaskan bahwa buku ini hadir
InsyaAllah sebagai penyegar Iman. Isi buku ini akan menggugah qalbu kita
sebagai seorang Muslim. Dalam ulasan pertama, buku ini memaparkan mengenai
Akhlak di mana pada bagian satunya di beri judul kamera Ilahiyah, dalam uraian
pertama ini di jelaskan bahwa Allah selalu mengawasi kita dimana saja, sehingga
kita harus menanamkan rasa percaya kita yang kuat terhadap Allah SWT serta kita
selalu berjalan yang lurus dijalannya (menjalankan perintahNya dan menjauhi
semua laranganNya) karena Allah mangawasi kita selama 24 jam dan dimana saja,
bahkan ketika kita tidur.
Dalam hal ini kekuatan Iman sangat
dibutuhkan sebagaimana dijelaskan bahwa Iman yang satu akar dengan aman, amanah,
dan al-amin, seharusnya kita tafsirkan bahwa iman akan melahirkan rasa aman
pada diri seseorang karena Iman melahirkan rasa aman yang luar biasa, bagaimana
tidak karena kita merasa bahwa kita sedang dekat dengan kekasih kita, Allah
SWT. Dengan adanya rasa aman tersebut maka akan melahirkan kualitas moral , sense
of responsibilty, atau yang biasa kita sebut dengan amanah. Dengan demikian
kita akan memiliki keyakinan dan kecintaan yang kuat (Iman) dan merasa terjamin
moralitasnya (aman) serta memiliki sense of responsibility (amanah).
Dengan demikian kita tidak akan melanggar
yang dilarang Allah serta hidup akan lebih indah karena kita percaya bahwa kita
diawasi oleh sang Khalik, sehingga akan membuat kita lebih taat padaNya. Dalam
buku ini banyak renungan-renungan diri
yang disajikan untuk kita baca, salah satu yang menarik adalah”Mewaspadai
Dampak Globalisasi” pada bab ini kita diajarkan untuk bisa menyimak tanda-tanda
zaman,kemudian tantangan masa depan. Kita sebagai umat muslim jangan terlalu
larut dalam perkembangan globalisasi yang ada, karena perkembangan globalisasi
diciptakan oleh orang barat, hampir di semua aspek, dalam dunia informasi
sedikit demi sedikit merayap ke seluruh tubuh masyarakat, bahkan anak kecilpun
ikut terlarut didalamnya. Kehidupan ketimuran kita mulai perlahan digrogoti
oleh kebudayaan barat. Nilai dan norma serta perilaku kita tanpa disadari telah
menjiplak dan mengikuti kehidupan barat, dan lebih tragisnya lagi kita seperti
tidak berdaya menghadapi semua ini. seperti misalnya budaya merayakan hari
valentine, padahal tanpa kita sadari hari yang di indonesia di kenal sebagai
hari kasih sayang itu merupakan hari perayaan bagi meninggalnya seorang yang
bernama Valentinus yang mati dibunuh bersama kekasihnya, karena mereka berdua
telah melakukan zina, sehingga mereka dihukum mati. Hal ini kemudian dijadikan
hari kasih sayang oleh kaum nasrani, dan kita pun seperti orang bodoh yang
ikut-ikutan melakukannya. Ini efek dari
kebodohan kita yang tidak ingin untuk belajar, masih banyak lagi budaya barat
lain yang telah kita ikuti.
Hal lain yang menjadi sorotan adalah kita
lebih bangga dengan produk luar, hampir
semua peralatan yang kita konsumsi itu merupakan produk luar, padahal produk
kita tidak kalah baik, hal ini sama saja dengan kita tidak menghargai produk
kita sendiri. Ini sangat disayangkan karena jika kita membeli prduk luar sama
saja dengan kita memperkaya negara luar, karena telah memberikan pemasukan dana
kepada mereka. Seharusnya kita sebagai umat muslim harus bangkit dari
keterpurukan tersebut dan mulai bangga dengan apa yang kita miliki sendiri,
karena sesungguhnya Islam sudah maju beratus tahun yang lalu sebelum kaum
nasrani saat ini. Dalam buku ini penulis memberikan motifasi yang positif
terhadap kaum muslim terutama kepada para pemuda- pemudi untuk terus belajar
dan maju menghadapi tantangan dunia kedepan, karena sebelum seperti saat ini yakni dunia dikuasai oleh kaum nasrani.
Islam sudah lebih awal menguasainya jadi kita harus bangkit dan berusaha.
Hal ini dijelaskan dalam buku ini bahwa ada
seorang cendekiawan Prancis yang jatuh cinta pada Islam, bernama Roger Geraudy,
dia menulis hasil penelitiannya dalam sebuah bukunya yang berjudul panji-panji
Islam. Dengan penuh antusias, dia
mengatakan bahwa berabad-abad yang lalu, dunia barat hanya bisa membanggakan
beberapa orang jenius dalam bidang intelektual dan seni yang memilki disiplin
keilmuan misalnya michael Angelo atau Leonardo da Vinci. Akan tetapi dalam
Islam terdapat begitu banyak orang jenius yang universal. Dari Al-Kindi sampai
ar-Razi, dari al-Biruni sampai Ibnu Sina, dan banyak lagi para jenius yang
telah mengubah wajah dunia modern. Dalam bidang matematika kita berjumpa dengan
al-khawarizmi yang berhasil menyempurnakan perhitungan sistematis dalam bentuk
desimal, alogaritma (al-khawarizmi). Beliau adalah pelopor paling jenius dalam
bidang hitung menghitung, pendiri ilmu aljabar (kata aljabar diambil dari buku
karangannya yang terkenal sampai saat ini). Ibnu Tsabit
bin Qaurah pada abad IX menciptakan hitungan integral dan menghubungkan antara
geometri dengan aljabar. Al-Biruni, Abul Wafa, menemukan teori sinus-cosinus
dan menciptakan secante, beberapa abad sebelum Copernicus. Dalam bidang
astronomi, dunia Barat pada waktu itu hanya mengenal satu nama, Ptolemeus.
Padahal, dunia Islam menampilkan jagoan astronomi yang super jenial, yaitu
al-Battani yang mampu menghitung enklinasi ekliptik sampai 23 derajat 35 detik.
Pada abad XIII didirikan observatorium Maragha dan direkturnya adalah seorang
ahli matematika dan astronomi paling berlian yaitu Nasruddin at-Toussi
(1201-1274). Pencatatan hasil pengembara (boleh dibilang karya jurnalistik)
dunia Barat hanya mengenal Marcopolo. Padahal tiga abad sebelum Marcopolo
mengenal cina, pedagang arab yang bernama Sulaiman telah singgah di Canton dan
disusul Ibnu Batutah.
Dalam bidang Geografi, peta bumi yang paling
mendekati kenyataan ditemukan oleh seorang Islam, seperti misalnya penemuan
Idrisi yang telah membuat buku karangan Kitab Raja Roger, di mana buku tersebut
di lengkapi dengan pete-peta Geografis dunia yang tingkat presisinya sangat
tinggi. Dalam ilmu kelautan, kita berjumpa dengan Ibnu Madjid yang menulis buku
prinsip-prinsip pelayaran dan aturannya, ia diberi gelar singa Prahara, karena
berhasil menjadi petunjuk jalan armada portugis yang dipimpin Vasco da Gamma,
yang berlayar dari Melendedi pantai Afrika ke Calcutta pada tahun 1498. Vasco
da Gamma sendiri mengakui bahwa Ibnu Madjid adalah aset yang sangat berharga
dalam ilmu kelautan, khususnya dalam bidang aseanografi. Dunia kedokteran di
dunia Barat justru sangat mengenaskan.
Prestasi dalam bidang kedokteran dunia
Barat pada abad tersebut boleh dibilang nihil. Hal ini dikarenakan ajran dan
kekuasaan gereja yang menghalangi perkembangan ilmu (seperti yang diketahui
pengucilan terhadap Galileo Galilei, Copernicus, dll). Pada tahun 1215, dalam
konsili Latran, Paus Innocent II membuat perintah untuk mengancam para tabib
yang mengobati orang sakit, dikarenakan orang sakit itu adalah para pendosa
besar. Karena mental seperti, fakultas kedokteran da Parus pada waktu itu hanya
mempunyai satu naskah ringkasan ilmu kedokteran. Itu pu dijiplak dari hasil
karya ar-Razi dan Ibnu Sina. Pantaslah sebagai tanda terima kasih kepada kedua
ulmuwan muslim ini, di muka Amphiteatre di jalan Saint Peres, Universitas
Sorbone Paris, di buatkan patungnya sebagai tanda kehormatan dan rasa berutang
dunia Barat Kristen terhadap dua tokoh Islam. Ibnu Sina dan ar-Razi adalah
cendekiawan Islam yang sangat jenius dan mempunyai keahlian beragam serta
universal. Ia adalah dokter, ahli fisika, ahli teologi dan penyair.
Begitu juga Ibnu Haitam (di barat dipanggil
al-Hazen) adalah jenius Muslim yang membuka mata ilmu kedokteran dengan
penemuan-penemuan, khusunya dibidang optik sebagai awal dan eksperimen sains,
dan masih banyak lagi ilmuwan Islam yang berperestasi jauh sebelum ilmuwan
Barat dan dunia Barat maju seperti saat ini. Para Ilmuwan tersebut mereka bisa
seperti itu, karena semuanya diawali dengan mempelajari Al-Qur’an. Jadi sebagai
generasi muda Islam saat ini kita harus banyak belajar dan harus yakin bahwa kita
bisa bangkit seperti para pendahulu kita. Di mulai dengan meningkatkan ketaqwaan
kita terhadap Allah SWT dan juga menjaga Akhlak kita agar tetap baik dan bersih
serta selalu berada di jalan yang benar. Dan hal tersebut harus di mulai dari
diri kita kemudan lingkungan keluarga dan pada akhirnya kita akan menularkan
kebaikan kepada masyarakat banyak. Satu hal yang pasti kita harus bangga
menjadi orang Islam. Karena Islam itu Indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar