Minggu, 08 Mei 2016



video ini dari link
Guruku Pahlawanku (Simulasi Pendidikan di pelosok negeri Indonesia)

Deskripsi video..
Dalam video ini, menggambarkan tentang seorang guru yang berjuang untuk tetap memberikan Pendidikan kepada anak-anak di pelosok desa.

Jumat, 06 Mei 2016

Review film berjudul Taare Zameen Par



REVIEW FILM
TAARE ZAMEEN PAR (Seperti Bintang-bintang di Langit)
Keajaiban Penderita Disleksia, Pelajaran Bagi Orang Tua dan Guru
JUDUL FILM            : TAARE ZAMEEN PAR (Seperti Bintang-Bintang di Langit)
PEMAIN                    :Aamir Khan as Ram Shankar Nikumbh, Darsheel Safary as   Ishaan Awasthi, Tisca Chopra as Maya Awasthi/Mama Ishaan, Vipin Sharma as Nandkishore Awasthi/Papa Ishaan, Tanay Chheda as Rajan Damodran, Sachet Engineer as Yohaan Awasthi/abang Ishaan, Lalita Lajmi as diri sendiri (Juri kompetisi menggambar).   
PRODUSER               : Aamir Khan
SUTRADARA           :Aamir khan, Amole Gupte, Ram Madhvani
GENRE                      : DramaKeluarga
TEMA FILM              : Tentang Anak-anak. Pendidikan dan Psikologi anak.
DURASI                     : 2 jam 44 menit
TANGGAL RILIS     : 21 Desember 2007

gambar ini dari link

Review Buku berjudul The Secret Of Iman



Judul                           : THE SECRET OF IMAN (Penyegar Semangat Penyejuk Iman)
Pengarang                   : K. H. TOTO TASMARA
Penerbit                       : Gema Insani, Jakarta
Tahun Terbit                : 2009
ISBN                           : 978-979-077-096-6
Jumlah Halaman          : 315 halaman

Dalam buku The Secret of Iman  “Penyegar Semangat Penyejuk Iman ” Karya K. H. Toto Tasmara beliau memberikan banyak ilmu kepada umat muslim dalam menghadapi tantangan global yang tentunya semakin menguras nilai-nilai moral. Dalam penjelasannya ustadz Toto menjelaskan tentang keluhuran akhlak islam sebagai  nilai universal, karena akhlak merupakan salah satu inti dari aplikasi ajaran islam dalam tatanan kehidupan setiap pribadi Muslim. Ustadz Toto juga menjelaskan bahwa buku ini hadir InsyaAllah sebagai penyegar Iman. Isi buku ini akan menggugah qalbu kita sebagai seorang Muslim. Dalam ulasan pertama, buku ini memaparkan mengenai Akhlak di mana pada bagian satunya di beri judul kamera Ilahiyah, dalam uraian pertama ini di jelaskan bahwa Allah selalu mengawasi kita dimana saja, sehingga kita harus menanamkan rasa percaya kita yang kuat terhadap Allah SWT serta kita selalu berjalan yang lurus dijalannya (menjalankan perintahNya dan menjauhi semua laranganNya) karena Allah mangawasi kita selama 24 jam dan dimana saja, bahkan ketika kita tidur. 
PERAN MAHASISWA PAI TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM DI INDONESIA

Mahasiswa adalah bagian dari pemuda yang memiliki ciri khas tersendiri. Sejarah mencatat peran peran signifikan dari pergerakan mahasiswa Indonesia dalam momentum-momentum besar yang terjadi di negeriini. Dari zaman perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi saat ini mahasiswa memegang peranan penting bersama pergerakannya yang tak kenal henti. Menurut Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya “PerubahanSosial”, mahasiswa sebagai salah satu elemen reformasi adalah the one and only efficient opposant in the world (satu-satunya pengemban amanah oposan yang paling efisien didunia) dalam mengawal perubahan sosial kearah yang lebih baik. Mahasiswa dengan keyakinan kuatnya punya keikhlasan dan Idealisme dalam berjuang, semangat untuk merealisasikannya serta punya kesiapan untuk beramal dan berkorban untuk mewujudkannya.

Jumat, 08 April 2016




PENGARUH NEGATIF TAYANGAN SINETRON/FILM TERHADAP PERILAKU DAN   POLA PIKIR ANAK

Di era modern sekarang ini, tidak bisa dipungkiri bahwa  dunia tekhnologi semakin maju dan berkembang pesat seperti Televisi. Televisi sudah  menjadi suatu kebutuhan  bagi masyarakat  yang secara tidak sadar telah bergantung  pada keberadaan  televisi, jelas sekali bahwa dengan adanya penayangan di  televisi masyarakat  bisa menyampaikan dan  mendapatkan  informasi  secara mudah, cepat dan lebih  luas, sehingga tidak salah jika televisi dapat  dianggap sebagai suatu agen perubahan.
Namun tidak semua tayangan televisi memberikan hal yang positif ada pula yang berefek  negatif, khususnya  terhadap pola pikir anak. Terutama jika anak lebih banyak menggunakan waktu istirahatnya di rumah untuk menonton acara yang mengandung kekerasan. Sebagaimana dalam penelitian dijelaskan bahwa remaja menghabiskan 6,5 jam sampai 9,5 jam waktu mereka untuk menonton televisi (Kompas, 9 Februari 1996). (Hutapea, Bonar, 2010, hal. 3)

Jumat, 01 April 2016

Assalamualaikum.. Wr.. Wb..

sepi..
sepi itu indah,
sepi itu sunyi...
sepi itu diam..
sepi itu hening..
entah kenapa aku jatuh cinta kepada sepi..
mungkin karena sepi.. yaa sepi ...!!!
ataukah karena sepi aku bisa bertegur sapa dengan kehadiranku..
juga karena sepi, aku bisa merasakan keagungan Rabb ku..
yaa... imajinasiku hanya ingin menemuiku ketika sepi itu hadir....