Jumat, 06 Mei 2016

Review film berjudul Taare Zameen Par



REVIEW FILM
TAARE ZAMEEN PAR (Seperti Bintang-bintang di Langit)
Keajaiban Penderita Disleksia, Pelajaran Bagi Orang Tua dan Guru
JUDUL FILM            : TAARE ZAMEEN PAR (Seperti Bintang-Bintang di Langit)
PEMAIN                    :Aamir Khan as Ram Shankar Nikumbh, Darsheel Safary as   Ishaan Awasthi, Tisca Chopra as Maya Awasthi/Mama Ishaan, Vipin Sharma as Nandkishore Awasthi/Papa Ishaan, Tanay Chheda as Rajan Damodran, Sachet Engineer as Yohaan Awasthi/abang Ishaan, Lalita Lajmi as diri sendiri (Juri kompetisi menggambar).   
PRODUSER               : Aamir Khan
SUTRADARA           :Aamir khan, Amole Gupte, Ram Madhvani
GENRE                      : DramaKeluarga
TEMA FILM              : Tentang Anak-anak. Pendidikan dan Psikologi anak.
DURASI                     : 2 jam 44 menit
TANGGAL RILIS     : 21 Desember 2007

gambar ini dari link

Dalam film ini pada dasarnya sutradara (Aamir Khan) ingin menyampaikan bahwa Setiap anak memiliki keistimewaan sendiri-sendiri dan terlihat seperti bintang di bumi. Film ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Ishaan Nandikishore Awasthi (Darshel safary) berusia 8 tahun yang tidak seperti anak anak yang lainnya. 

Dimana anak seusia dia mampu membaca dan menulis dengan lancar ishaan masih belum bisa melakukan itu semua. Setiap hari ishaan selalu mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. Buku dan pelajaran sehari hari adalah layaknya musuh yang menakutkan. Makian dan bentakan dari guru gurunya adalah kesehariannya. Untuk menutupi kekurangan pada dirinya tersebut dia sering berontak dan bertindak yang menurut orang orang pada umumnya adalah nakal. Karena suatu hal dia membolos saat jam pelajaran matematika berlangsung dan dia membuat surat ijin palsu yang dibuatkan kakaknya dengan terpaksa. Ayahnya yang mengetahui surat ijin palsu itu akhirnya marah dan ingin mengetahui perkembangan ishaan disekolahnya. Ayahnya sangat marah dengan Ishaan yang tak mampu berprestasi dan selalu mendapat nilai nol di setiap mata pelajaran nya. Untuk mewujudkan agar Ishaan bisa seperti kakanya 'yohan' yang sangat pintar maka ishaan dipindah ke sebuah sekolah asrama dan harus jauh dari orang tuanya.
.Taare Zameen Par mengisahkan seorang pelajar sekolah dasar (SD) kelas tiga, Ishaan Nandi kishore Awasthi (8 tahun) yang mempunyai kelainan yang disebut disleksia. Disleksia adalah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.Akibat kelainan tersebut, Ishaan selalu menjadi sasaran kemarahan gurunya di sekolah. Tak jarang ia sering disebut "bodoh" dan bahkan "idiot". Karena tak pernah berhasil menunjukkan peningkatan hasil belajarnya di setiap mata pelajaran, untuk menyelamatkannya agar bisa naik kelas, karena sudah dua kali ia tidak berhasil naik kelas, maka orang tuanya mengirimnya ke sekolah asrama yang jauh dari rumahnya. Tentu dengan harapan Ishaan bisa membaca dan menulis. Dan bisa berprestasi seperti kakaknya Yohan yang merupakan bintang di sekolahnya.Ishaan menolak keputusan orang tuanya. Namun ia tetap dikirim ke asrama. Dengan berat hati, ia dilepas orang tuanya. Disinilah keharuan juga sangat terasa, saat Ishaan berpisah dengan ayah, ibu, dan kakaknya. Setelah berada di sekolah asrama, Ishaan tak juga menunjukkan kemajuan. Ia masih tetap kesulitan membaca dan menulis. Guru-gurunya mengeluhkan hal ini. Bahkan perlakuan yang sama dari guru juga ia dapatkan di sekolah asrama. Sampai akhirnya ia putus asa untuk bersekolah. Huruf-huruf ia ibaratkan bagaikan kalajengking yang siap menggigitnya. Ishaan menjadi pendiam, sangat jarang mau berbicara. Di kelas ia selalu diam dan tak bersemangat dalam mengikuti pelajaran.
Namun tak ada yang menyadari baik orang tua maupun gurunya bahwa Ishaan, ternyata mempunyai kecerdasan dan bakat luar biasa. Melukis adalah bakatnya yang terpendam. Sampai ketika seorang guru seni, Ram Shankar Nikhumb melihat bakat yang dimiliki Ishaan. Ram yang diperankan Aamir Khan ini tidak seperti guru lainnya yang tidak bijaksana melihat kelainan Ishaan. Ram kemudian menelusuri sebab-sebab kenapa Ishaan menjadi pendiam, pemurung, dan tak semangat dalam belajar. Ia melihat buku tulis Ishaan dan mengamatinya. Dari sanalah ia mengetahui Ishaan mempunyai kelainan Disleksia. Ram juga melihat betapa Ishaan mempunyai bakat yang luar biasa dalam melukis. Ia melihat  Ishaan sebagai anak yang cerdas, namun selama ini orang tua maupun gurunya tidak memperhatikan hal itu. Sehingga metode mengajar kepada Ishaan disamakan dengan anak-anak lainnya. Bagi Ram, Ishaan tidaklah bodoh dan idiot seperti yang diperkirakan guru maupun orang tuanya. Hanya butuh kesabaran dan teknik khusus dalam mengajarinya. Untuk mengembalikan kepercayaan diri Ishaan yang sudah berada di titik nol, Ram masuk ke kelas dan menceritakan murid-muridnya mengenai tokoh-tokoh ternama yang berhasil menggoreskan sejarah di dunia dengan karya dan pemikiran mereka. Tokoh-tokoh yang diceritakan Ram awalnya mengidap Disleksia. Sebut saja Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, Walt Disney, Pablo Picasso, Neil Diamond, Agatha Christie, dan aktor Bollywood Abishek Bachan. "Kenapa aku menceritakan ini kepada kalian?" tanya Ram kepada murid-muridnya.
Ia mengatakan orang-orang seperti ini adalah permata yang berhasil mengubah dunia. "Mereka melihat dunia dengan cara berbeda. Pemikiran mereka unik dan tidak ada yang mengerti. Mereka pun melawan. Sekarang mereka muncul sebagai pemenang dan dunia dibuat terkejut," terang Ram memberi pencerahan. Ternyata dulunya ia juga seorang pengidap Disleksia.Cerita Ram di depan kelas itu bisa membangkitkan semangat dan kepercayaan diri Ishaan..kemudian dengan penuh kasih sayang Ram mengajarkan Ishaan cara membaca, menulis, dan melukis serta melatih Ishaan sedikit demi sedikitBelajar menghitung dengan cara naik turun tangga. hingga akhirnya Ishaan bisa seperti layaknya anak anak lain. Dan hasil dari kerja keras tersebut, akhirnya Ishaan bisa naik ke kelas berikutnya.

Ram Shankar Nikumbh mengadakan lomba melukis yang di ikuti oleh semua Siswa Siswi dan Guru Guru, tetapi pada saat itu Ishaan menghilang. Ram Shankar Nikumbh mencari Ishaan,dan menanyakan ke sahabat Ishaan yang bernama Rajan Damodaran,tetapi dia tidak tahu dimana Ishaan berada. dan setelah itu Ishaan datang untuk mengikuti perlombaan tersebut. kemudian Ishaan melukis dengan imajinasinya yang tinggi. setelah juri menilai,ternyata lukisan Ishan lah yang terbaik. dan Ishaan lah yang menjadi pemenangnya, diberikanlah piala tersebut kepada Ishan,Tak hanya itu lukisannya pun dijadikan sampul buku tahunan sekolahnya. setelah perlobaan selesai, Orang tuanya menjemputnya, keluarganya tidak menyangka. Pada akhirnya Ishaan menjadi anak yang pintar dan menjadi kebanggan kedua orang tuanya. Orang tuanya pun menyadari kesalahan mereka. Ending dari film ini sangat mengharukan, karena ketika Ishaan telah dijemput orangtuanya, kemudian ia ingin naik mobil dan pulang. Tiba-tiba ia lari dan memeluk erat pak Ram sambil menangis. Setelah itu Pak Ram menggendong Ishaan dan mereka berdua pun tersenyum lebar.
Pesan dari film ini adalah bahwa tidak ada manusia yang bodoh di dunia ini, tinggal bagaimana kita bisa memahami dan terus belajar tentang kelebihan yang kita miliki. Satu hal yang sangat penting bagi calon guru seharusnya kita mengetahui setiap bakat yang dimiliki oleh anak didik kita, dan kita tidak langsung menjustice seorang anak bahwa dia bodoh hanya karena dia tidak bisa baca, dan lain sebagainya. Kemudian untuk para orang tua seharusnya lebih memperhatikan anaknya dan tidak terlalu menuntut anak untuk menjadi yang sempurna. Dan memaksakan kehendak orang tua, tanpa kita tahu apakah anak kita senang dengan hal tersebut atau tidak, jadi seharusnya sebagai orang tua lebih memahami apa yang diinginkan anak dan kemampuannya. Dibandingkan orangtua harus memaksakan kehendaknya kepada anak. Karena akan menjadi fatal jika hal itu terjadi. Dari film ini banyak hikmah yang perlu kita ambil. Sebagai individu, calon pendidik dan juga sebagai orang tua. 
 film ini diambil dari link

Tidak ada komentar:

Posting Komentar