REVIEW
FILM
TAARE
ZAMEEN PAR (Seperti Bintang-bintang di Langit)
Keajaiban
Penderita Disleksia, Pelajaran Bagi Orang Tua dan Guru
JUDUL FILM : TAARE ZAMEEN PAR (Seperti Bintang-Bintang di Langit)
PEMAIN :Aamir Khan as Ram Shankar Nikumbh, Darsheel Safary as Ishaan Awasthi, Tisca Chopra as Maya
Awasthi/Mama Ishaan, Vipin Sharma as Nandkishore Awasthi/Papa Ishaan, Tanay
Chheda as Rajan Damodran, Sachet Engineer as Yohaan Awasthi/abang Ishaan, Lalita
Lajmi as diri sendiri (Juri kompetisi menggambar).
PRODUSER : Aamir Khan
SUTRADARA :Aamir khan, Amole Gupte, Ram Madhvani
GENRE : DramaKeluarga
TEMA FILM : Tentang Anak-anak. Pendidikan dan Psikologi anak.
DURASI : 2 jam 44 menit
Dalam
film ini pada dasarnya sutradara (Aamir Khan) ingin menyampaikan bahwa Setiap
anak memiliki keistimewaan sendiri-sendiri dan terlihat seperti bintang di
bumi. Film ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Ishaan Nandikishore
Awasthi (Darshel safary) berusia 8 tahun yang tidak seperti anak anak yang
lainnya.
Dimana anak seusia dia mampu membaca dan menulis dengan lancar ishaan
masih belum bisa melakukan itu semua. Setiap hari ishaan selalu mengalami
kesulitan dalam memahami pelajaran. Buku dan pelajaran sehari hari adalah
layaknya musuh yang menakutkan. Makian dan bentakan dari guru gurunya adalah
kesehariannya. Untuk menutupi kekurangan pada dirinya tersebut dia sering
berontak dan bertindak yang menurut orang orang pada umumnya adalah nakal.
Karena suatu hal dia membolos saat jam pelajaran matematika berlangsung dan dia
membuat surat ijin palsu yang dibuatkan kakaknya dengan terpaksa. Ayahnya yang
mengetahui surat ijin palsu itu akhirnya marah dan ingin mengetahui
perkembangan ishaan disekolahnya. Ayahnya sangat marah dengan Ishaan yang tak
mampu berprestasi dan selalu mendapat nilai nol di setiap mata pelajaran nya.
Untuk mewujudkan agar Ishaan bisa seperti kakanya 'yohan' yang sangat pintar
maka ishaan dipindah ke sebuah sekolah asrama dan harus jauh dari orang tuanya.
.Taare
Zameen Par mengisahkan seorang pelajar sekolah dasar (SD) kelas tiga, Ishaan
Nandi kishore Awasthi (8 tahun) yang mempunyai kelainan yang disebut disleksia.
Disleksia adalah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan
oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan
menulis.Akibat kelainan tersebut, Ishaan selalu menjadi sasaran kemarahan
gurunya di sekolah. Tak jarang ia sering disebut "bodoh" dan bahkan "idiot".
Karena tak pernah berhasil menunjukkan peningkatan hasil belajarnya di setiap
mata pelajaran, untuk menyelamatkannya agar bisa naik kelas, karena sudah dua
kali ia tidak berhasil naik kelas, maka orang tuanya mengirimnya ke sekolah
asrama yang jauh dari rumahnya. Tentu dengan harapan Ishaan bisa membaca dan
menulis. Dan bisa berprestasi seperti kakaknya Yohan yang merupakan bintang di
sekolahnya.Ishaan menolak keputusan orang tuanya. Namun ia tetap dikirim ke
asrama. Dengan berat hati, ia dilepas orang tuanya. Disinilah keharuan juga
sangat terasa, saat Ishaan berpisah dengan ayah, ibu, dan kakaknya. Setelah
berada di sekolah asrama, Ishaan tak juga menunjukkan kemajuan. Ia masih tetap
kesulitan membaca dan menulis. Guru-gurunya mengeluhkan hal ini. Bahkan perlakuan
yang sama dari guru juga ia dapatkan di sekolah asrama. Sampai akhirnya ia
putus asa untuk bersekolah. Huruf-huruf ia ibaratkan bagaikan kalajengking yang
siap menggigitnya. Ishaan menjadi pendiam, sangat jarang mau berbicara. Di
kelas ia selalu diam dan tak bersemangat dalam mengikuti pelajaran.
Namun
tak ada yang menyadari baik orang tua maupun gurunya bahwa Ishaan, ternyata
mempunyai kecerdasan dan bakat luar biasa. Melukis adalah bakatnya yang
terpendam. Sampai ketika seorang guru seni, Ram Shankar Nikhumb melihat bakat
yang dimiliki Ishaan. Ram yang diperankan Aamir Khan ini tidak seperti guru
lainnya yang tidak bijaksana melihat kelainan Ishaan. Ram kemudian menelusuri
sebab-sebab kenapa Ishaan menjadi pendiam, pemurung, dan tak semangat dalam
belajar. Ia melihat buku tulis Ishaan dan mengamatinya. Dari sanalah ia
mengetahui Ishaan mempunyai kelainan Disleksia. Ram juga melihat betapa Ishaan
mempunyai bakat yang luar biasa dalam melukis. Ia melihat Ishaan sebagai anak yang cerdas, namun selama
ini orang tua maupun gurunya tidak memperhatikan hal itu. Sehingga metode
mengajar kepada Ishaan disamakan dengan anak-anak lainnya. Bagi Ram, Ishaan
tidaklah bodoh dan idiot seperti yang diperkirakan guru maupun orang tuanya.
Hanya butuh kesabaran dan teknik khusus dalam mengajarinya. Untuk mengembalikan
kepercayaan diri Ishaan yang sudah berada di titik nol, Ram masuk ke kelas dan
menceritakan murid-muridnya mengenai tokoh-tokoh ternama yang berhasil
menggoreskan sejarah di dunia dengan karya dan pemikiran mereka. Tokoh-tokoh
yang diceritakan Ram awalnya mengidap Disleksia. Sebut saja Albert Einstein,
Leonardo Da Vinci, Walt Disney, Pablo Picasso, Neil Diamond, Agatha Christie,
dan aktor Bollywood Abishek Bachan. "Kenapa aku menceritakan ini kepada
kalian?" tanya Ram kepada murid-muridnya.
Ia
mengatakan orang-orang seperti ini adalah permata yang berhasil mengubah dunia.
"Mereka melihat dunia dengan cara berbeda. Pemikiran mereka unik dan tidak
ada yang mengerti. Mereka pun melawan. Sekarang mereka muncul sebagai pemenang
dan dunia dibuat terkejut," terang Ram memberi pencerahan. Ternyata
dulunya ia juga seorang pengidap Disleksia.Cerita Ram di depan kelas itu bisa
membangkitkan semangat dan kepercayaan diri Ishaan..kemudian dengan penuh kasih
sayang Ram mengajarkan Ishaan cara membaca, menulis, dan melukis serta melatih
Ishaan sedikit demi sedikitBelajar menghitung dengan cara naik turun tangga.
hingga akhirnya Ishaan bisa seperti layaknya anak anak lain. Dan hasil dari kerja
keras tersebut, akhirnya Ishaan bisa naik ke kelas berikutnya.
Ram Shankar Nikumbh mengadakan lomba melukis yang di ikuti
oleh semua Siswa Siswi dan Guru Guru, tetapi pada saat itu Ishaan menghilang.
Ram Shankar Nikumbh mencari Ishaan,dan menanyakan ke sahabat Ishaan yang
bernama Rajan Damodaran,tetapi dia tidak tahu dimana Ishaan berada. dan setelah
itu Ishaan datang untuk mengikuti perlombaan tersebut. kemudian Ishaan melukis
dengan imajinasinya yang tinggi. setelah juri menilai,ternyata lukisan Ishan
lah yang terbaik. dan Ishaan lah yang menjadi pemenangnya, diberikanlah piala
tersebut kepada Ishan,Tak hanya itu lukisannya pun dijadikan sampul buku
tahunan sekolahnya. setelah perlobaan selesai, Orang tuanya menjemputnya,
keluarganya tidak menyangka. Pada akhirnya Ishaan menjadi anak yang pintar dan
menjadi kebanggan kedua orang tuanya. Orang tuanya pun menyadari kesalahan
mereka. Ending dari film ini sangat mengharukan, karena ketika Ishaan telah
dijemput orangtuanya, kemudian ia ingin naik mobil dan pulang. Tiba-tiba ia
lari dan memeluk erat pak Ram sambil menangis. Setelah itu Pak Ram menggendong
Ishaan dan mereka berdua pun tersenyum lebar.
Pesan dari film ini adalah bahwa tidak ada manusia yang
bodoh di dunia ini, tinggal bagaimana kita bisa memahami dan terus belajar
tentang kelebihan yang kita miliki. Satu hal yang sangat penting bagi calon
guru seharusnya kita mengetahui setiap bakat yang dimiliki oleh anak didik
kita, dan kita tidak langsung menjustice seorang anak bahwa dia bodoh hanya
karena dia tidak bisa baca, dan lain sebagainya. Kemudian untuk para orang tua
seharusnya lebih memperhatikan anaknya dan tidak terlalu menuntut anak untuk
menjadi yang sempurna. Dan memaksakan kehendak orang tua, tanpa kita tahu
apakah anak kita senang dengan hal tersebut atau tidak, jadi seharusnya sebagai
orang tua lebih memahami apa yang diinginkan anak dan kemampuannya. Dibandingkan
orangtua harus memaksakan kehendaknya kepada anak. Karena akan menjadi fatal
jika hal itu terjadi. Dari film ini banyak hikmah yang perlu kita ambil.
Sebagai individu, calon pendidik dan juga sebagai orang
tua.
film ini diambil dari link

Tidak ada komentar:
Posting Komentar